Bangsawan Yogyakarta
August 12, 2008
Lain Surakarta, lain pula Yogyakarta. Walau sama-sama mempunyai Keraton, tapi ada beberapa perbedaan, antara lain dalam tata rias dan busananya.
Perbedaan yang menonjol terletak pada paes, rambut dan roncean bunga. Memerlukan keahlian khusus untuk meriasnya, terutama dalam melukis paes, agar tampak mempesona dan simetris.
Kali ini kami suguhkan pengantin Yogya Basahan. Riasan dan busana ini biasa dipakai oleh bangsawan Yogyakarta. Lihatlah, kedua sejoli ini laksana Raja dan Ratu Keraton Yogyakarta.
Kain dodot yang khas, melilit tubuh dengan indah. Aksesoris yang dipakai memberikan kesan megah. Roncean bunga menambah manis pada si pemakai. Tapi semua itu akan terlihat timpang tanpa riasan yang apik.
Kemampuan kami dalam tata rias wajah, membuatnya tampak sempurna.
Jika anda ingin bergaya bangsawan Yogyakarta di hari istimewa, kami dapat mewujudkannya.
Paduan Militer dan Tradisional
July 29, 2008
Militer berpadu dengan tradisional? Kenapa tidak. Lihatlah pasangan pengantin ini!
Pengantin wanita bergaya tradisional, memakai kebaya, kepala bersanggul dan dahi berpaes khas Jawa (Solo). Tampak ayu dan anggun.
Sedangkan pengantin pria terlihat gagah-berani dengan busana militernya. Busana militer yang hijau tua terlihat kontras dengan kebaya kuning emas, dan juga menarik.
Pengantin ini menggelar resepsi pernikahannya, lengkap dengan ucapara Pedang Pora khas militer. Barisan anggota militer yang berjejer dalam nuansa hijau dan pedang yang terhunus, dengan gagahnya menyambut kedatangan pengantin. ‘Pedang Pora’ menambah semarak upacara pengantin.
Dari sini bisa dilihat bahwa walaupun acara pernikahan ini bertema militer, tetapi tidak meninggalkan unsur tradisional.
Ayu dan Bagus
June 20, 2008
Ilir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo
Tak senggoh penganten anyar
Ayu dan bagus tenan pengantin ini. Dengan lilitan dodot — kain yang dipakai oleh raja atau pembesar di tanah jawa. Ditambah dengan sunggar khas tiang Jawi di kepala, pengantin putri ini pun semakin ayu. Aksesoris yang berkilau menambah pesona pada tampilan pengantin.
Pengantin putra tak kalah bagus dan gagah dalam lilitan dodot dan kuluk di kepala. Aksesoris yang dipakai memberikan sentuhan yang megah pada pengantin.
Pengantin ini mengenakan busana Solo Basahan yang bernuansa hijau dan kuning emas. Mereka terlihat ayu dan bagus, bak Raja dan Ratu. Inilah pengantin bergaya Keraton Surakarta.




