Putih Lambang Kesucian

July 29, 2008

Putih adalah lambang kesucian. Hal itu tercermin pada busana pengantin ini yang serba putih, seperti cinta suci mereka yang akan diikatkan dalam simpul pernikahan.

Busana akad nikah umumnya memang berwarna putih. Warna putih menjadi pilihan karena berkesan bersih, lambang kesucian, sesuai dengan sakralnya akad nikah.

Kebaya yang dipakai oleh pengantin wanita berwarna putih dihiasi ornamen payet bening yang berkilat, dipadukan dengan aksesoris bermata berlian agar terlihat manis di tubuhnya. Roncean melati putih yang khas menambah aura keanggunan nan syahdu.

Begitu pula pengantin pria, senada dengan pengantin wanita, mengenakan beskap putih berpayet perak dan aksesoris emas. Roncean melati putih sebagai tambahan aksesori membuat pengantin pria ini semakin mempesona.

Anda juga bisa mencoba busana serba putih seperti ini untuk membuat acara akad nikah semakin sakral, anggun, dan syahdu.

Militer berpadu dengan tradisional? Kenapa tidak. Lihatlah pasangan pengantin ini!

Pengantin wanita bergaya tradisional, memakai kebaya, kepala bersanggul dan dahi berpaes khas Jawa (Solo). Tampak ayu dan anggun.

Sedangkan pengantin pria terlihat gagah-berani dengan busana militernya. Busana militer yang hijau tua terlihat kontras dengan kebaya kuning emas, dan juga menarik.

Pengantin ini menggelar resepsi pernikahannya, lengkap dengan ucapara Pedang Pora khas militer. Barisan anggota militer yang berjejer dalam nuansa hijau dan pedang yang terhunus, dengan gagahnya menyambut kedatangan pengantin. ‘Pedang Pora’ menambah semarak upacara pengantin.

Dari sini bisa dilihat bahwa walaupun acara pernikahan ini bertema militer, tetapi tidak meninggalkan unsur tradisional.