Metamorfosis Tradisional

October 23, 2009

Seiring dengan modernisasi, gaya pengantin tradisional pun mengalami metamorfosis.
Seperti pengantin yang satu ini, tema yang diambil adalah pengantin sunda, dengan ciri khasnya yaitu siger yang dikenakan di kepala dan motif kain yang dikenakan.

Namun kebaya yang dipakai bergaya modern. Kebaya panjang menggerai menyerupai pinguin dengan warna-warna yang berani.
Begitu pula tata rias wajahnya, kami beri sentuhan yang berkesan trendi disesuaikan dengan pakaian yang dikenakan.

mano-blog

Inilah metamorfosis pengantin tradisional sunda. Tanpa meninggalkan unsur-unsur tradisional, tapi tetap terlihat fasionable.

Inginkah anda tampak cantik dan fasionable sepertinya? Kami dapat mewujudkannya.

Religius Modis

December 10, 2008

Tampil dalam balutan islami, bukan berarti tak bisa modis. Gaya muslimah yang banyak digemari saat ini, menginspirasi terciptanya beragam model.

Penutup kepala yang lebih dikenal dengan sebutan jilbab, sekarang ini tidak lagi terpaku dengan gaya konservatif. Bisa dipadupadankan dengan ornament-ornament tradisional, internasinal, atau bunga-bunga.
Salah satunya seperti tampilan ini.

dinda-label-3001

Tapi modis saja tak cukup rasanya, harus pula ditunjang dengan riasan wajah yang apik, agar tampak sempurna.

Dengan riasan yang apik, pengantin wanita ini tampak mempesona, syahdu, juga modis.

Andapun bisa tampil menawan seperti itu.

Bangsawan Yogyakarta

August 12, 2008

Lain Surakarta, lain pula Yogyakarta. Walau sama-sama mempunyai Keraton, tapi ada beberapa perbedaan, antara lain dalam tata rias dan busananya.

Perbedaan yang menonjol terletak pada paes, rambut dan roncean bunga. Memerlukan keahlian khusus untuk meriasnya, terutama dalam melukis paes, agar tampak mempesona dan simetris.

Kali ini kami suguhkan pengantin Yogya Basahan. Riasan dan busana ini biasa dipakai oleh bangsawan Yogyakarta. Lihatlah, kedua sejoli ini laksana Raja dan Ratu Keraton Yogyakarta.

Kain dodot yang khas, melilit tubuh dengan indah. Aksesoris yang dipakai memberikan kesan megah. Roncean bunga menambah manis pada si pemakai. Tapi semua itu akan terlihat timpang tanpa riasan yang apik.
Kemampuan kami dalam tata rias wajah, membuatnya tampak sempurna.

Jika anda ingin bergaya bangsawan Yogyakarta di hari istimewa, kami dapat mewujudkannya.

Gaya Religius

August 8, 2008

Beragam gaya pengantin di Indonesia, ada yang bergaya tradisional, modern, perpaduan tradisional dan modern, ada pula yang berbau religius.

Saat ini semakin banyak perempuan Indonesia berbusana islami. Kepopulerannya tak hanya dalam tampilan sehari-hari, tapi juga pada saat-saat istimewa, seperti pernikahan. Pengantin ini bergaya islami dengan tetap memasukan unsur-unsur tradisional, seperti kebaya, kain, aksesoris dan roncean melati.

Auratnya tertutup dan terlihat rapi. Namun apakah rapi saja sudah cukup di hari istimewa? Alangkah sempurnanya jika riasan di wajah juga istimewa. Dengan sentuhan kami, wajah pengantin wanita menjadi mempesona.
Gaya islami tampak lebih menawan.

Trend Gebyok

August 4, 2008

Pelaminan mempunyai peranan yang penting, karena mempengaruhi kemeriahaan pesta pernikahan, selain itu sebagai singgasana raja dan ratu sehari yang menjadi pusat perhatian para tamu.

Seiring dengan modernisasi, pelaminan saat ini tidak lagi terpaku dengan gaya tradisional tapi dimodifikasi dengan unsur-unsur modern. Walaupun demikian tetap menonjolkan ciri khas kedaerahan.
Seperti pelaminan-gebyok yang sedang digandrungi saat ini, sketsel yang berukiran khas tradisional di belakangnya, diberi kaca dengan air yang mengalir di dalamnya.

Lampu klasik di kanan dan kiri memberikan nuansa tradisional. Sedangkan bunga-bunga segar menambah asri dekorasi ini.

Gebyok yang bergaya tradisional diberi sentuhan modern membuat singgasana raja dan ratu sehari ini, tampak lebih artistik dan menawan.

Putih Lambang Kesucian

July 29, 2008

Putih adalah lambang kesucian. Hal itu tercermin pada busana pengantin ini yang serba putih, seperti cinta suci mereka yang akan diikatkan dalam simpul pernikahan.

Busana akad nikah umumnya memang berwarna putih. Warna putih menjadi pilihan karena berkesan bersih, lambang kesucian, sesuai dengan sakralnya akad nikah.

Kebaya yang dipakai oleh pengantin wanita berwarna putih dihiasi ornamen payet bening yang berkilat, dipadukan dengan aksesoris bermata berlian agar terlihat manis di tubuhnya. Roncean melati putih yang khas menambah aura keanggunan nan syahdu.

Begitu pula pengantin pria, senada dengan pengantin wanita, mengenakan beskap putih berpayet perak dan aksesoris emas. Roncean melati putih sebagai tambahan aksesori membuat pengantin pria ini semakin mempesona.

Anda juga bisa mencoba busana serba putih seperti ini untuk membuat acara akad nikah semakin sakral, anggun, dan syahdu.

Militer berpadu dengan tradisional? Kenapa tidak. Lihatlah pasangan pengantin ini!

Pengantin wanita bergaya tradisional, memakai kebaya, kepala bersanggul dan dahi berpaes khas Jawa (Solo). Tampak ayu dan anggun.

Sedangkan pengantin pria terlihat gagah-berani dengan busana militernya. Busana militer yang hijau tua terlihat kontras dengan kebaya kuning emas, dan juga menarik.

Pengantin ini menggelar resepsi pernikahannya, lengkap dengan ucapara Pedang Pora khas militer. Barisan anggota militer yang berjejer dalam nuansa hijau dan pedang yang terhunus, dengan gagahnya menyambut kedatangan pengantin. ‘Pedang Pora’ menambah semarak upacara pengantin.

Dari sini bisa dilihat bahwa walaupun acara pernikahan ini bertema militer, tetapi tidak meninggalkan unsur tradisional.

Rancak Bana

June 28, 2008

Jika Anda melihat aksesoris ini, rasanya sudah tidak asing lagi. Ya… inilah yang dinamakan sunting, hiasan-kepala yang dikenakan pengantin wanita Sumatera Barat.

Sunting yang keemasaan dan berwarna-warni di kepala serta busana yang berornamen emas tampak semarak.

Apakah riasan di wajah harus semarak atau menor? Rasanya tidak, lihatlah riasan pada wajah pengantin wanita ini.

Riasan yang soft dan juga disesuaikan dengan raut wajah, tidak mengurangi kemegahan yang terpancar, bahkan tampak mempesona. Aih, rancak bana!

Nuansa Gading

June 24, 2008

Ini dia si jali-jali
lagunya enak lagunya enak merdu sekali
capek sedikit tidak perduli sayang
asalkan tuan asalkan tuan senang di hati

Umumnya merah menjadi warna favorite untuk busana pengantin betawi. Tapi ternyata tidak semua orang menyukai warna berani itu, seperti pengantin yang satu ini memilih warna kuning gading untuk busana di hari pernikahannya.

Kuning gading? Kenapa tidak? Kuning gading tampak anggun, apalagi jika dikombinasikan dengan payet emas dan hijau muda, serta dipadukan dengan kain hijau daun yang segar. Jika ditambah dengan riasan yang apik, tampak manis bukan?

Horas

June 21, 2008

Seiring dengan perkembangan zaman, tampilan pengantin adat Batak sedikit banyak mengalami perubahan. Saat ini pengantin pria lebih banyak menyukai jas modern yang dipadupadankan dengan ulos.

Sedangkan kebaya yang dikenakan pengantin wanita lebih bervariasi. Perhiasan serta bunga yang dipakai pun dimodifikasi dengan maksud menambah pesona yang terpancar. Walaupun demikian, kebaya tersebut tak meninggalkan ciri khas kedaerahan.

Perempuan dari daerah khas ulos ini umumnya mempunyai raut wajah yang keras. Tapi lihatlah, dengan sedikit sentuhan kami, raut wajah pengantin wanita tampak lembut dan anggun. Pengantin wanita tampak serasi perpaduan antara ulos, sertali, pakaian, perhiasan dan riasan.